Histeroskopi di Gangnam
Apa itu Histeroskopi?
Histeroskopi adalah prosedur di mana histeroskop dimasukkan dengan hati-hati melalui vagina dan serviks ke dalam rahim untuk memeriksa lapisan rahim secara visual. Prosedur ini dapat bersifat diagnostik (untuk evaluasi) atau operatif (untuk mengobati masalah selama prosedur yang sama).
Alasan umum dilakukannya histeroskopi meliputi:
- Perdarahan rahim abnormal
- Polip atau fibroid rahim
- Keguguran berulang
- Pemeriksaan infertilitas
- Pengangkatan jaringan yang tersisa setelah keguguran atau persalinan
- Mencari atau mengeluarkan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD)
- Menyelidiki perdarahan pascamenopause
Jenis-jenis Histeroskopi yang Dilakukan di Korea
Klinik dan rumah sakit di Korea menawarkan dua jenis histeroskopi:
1. Histeroskopi Diagnostik
- Digunakan untuk memeriksa rahim dan memastikan penyebab perdarahan abnormal atau infertilitas.
- Sering dilakukan tanpa anestesi.
- Membutuhkan waktu sekitar 10–15 menit.
- Dapat dilakukan di lingkungan rawat jalan.
2. Histeroskopi Operatif
- Digunakan untuk menghilangkan polip, fibroid, atau perlengketan.
- Mungkin memerlukan anestesi lokal, regional, atau umum.
- Sering dilakukan di lingkungan rumah sakit.
- Durasi berkisar antara 30 menit hingga 1 jam.
Alat bedah minimal invasif memungkinkan dokter untuk mengobati banyak kondisi tanpa operasi tradisional.
Apa yang Dapat Anda Harapkan Selama Prosedur
Sebelum prosedur:
- Pemeriksaan pencitraan (ultrasound atau MRI) dapat dilakukan sebelumnya.
- Hindari aktivitas seksual, penggunaan tampon, atau membersihkan vagina dengan cairan pembersih (douching) selama 24 jam sebelumnya.
- Anda mungkin disarankan untuk mengonsumsi obat pereda nyeri sebelum janji temu Anda.
Selama prosedur:
- Histeroskop dimasukkan melalui vagina dan leher rahim.
- Larutan garam atau gas digunakan untuk mengembangkan rahim agar lebih mudah dilihat.
- Lapisan rahim diperiksa dengan cermat, dan setiap kelainan dapat dihilangkan.
Anestesi:
- Tidak menggunakan anestesi atau hanya anestesi lokal untuk kasus diagnostik.
- Anestesi umum atau spinal untuk prosedur pembedahan.
Recovery After Hysteroscopy
Recovery from hysteroscopy is generally quick, especially with the diagnostic type.
Anda mungkin mengalami:
- Kram ringan atau bercak darah selama 1-2 hari
- Pelepasan cahaya
- Kelelahan jika anestesi digunakan
Sebagian besar pasien dapat:
- Kembali bekerja dalam 1-2 hari
- Lanjutkan aktivitas normal dalam waktu 24–48 jam (kecuali jika disarankan sebaliknya)
- Lanjutkan aktivitas seksual setelah 2-3 hari atau setelah pendarahan berhenti.
Janji temu lanjutan dapat dijadwalkan tergantung pada temuan atau perawatan yang dilakukan.
Biaya Histeroskopi di Korea
Berikut rincian biaya umum dalam KRW:
- Konsultasi awal dan pemeriksaan pencitraan: ₩80.000–₩200.000
- Histeroskopi diagnostik (rawat jalan): ₩300.000–₩700.000
- Histeroskopi operatif (berbasis rumah sakit): ₩1.000.000–₩2.500.000
- Biopsi atau analisis patologi (jika diperlukan): ₩100.000–₩200.000
Warga Korea mungkin berhak mendapatkan cakupan sebagian melalui Asuransi Kesehatan Nasional. Pasien internasional dapat menanyakan tentang paket lengkap yang mencakup layanan penerjemahan dan perawatan pemulihan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) Seputar Histeroskopi
Apakah histeroskopi terasa sakit? Sebagian besar histeroskopi diagnostik menyebabkan sedikit ketidaknyamanan tetapi dapat ditoleransi dengan baik. Prosedur operasi dilakukan di bawah anestesi untuk kenyamanan pasien.
Bisakah saya hamil setelah histeroskopi? Ya. Bahkan, pengangkatan polip, fibroid, atau jaringan parut dapat meningkatkan kesuburan pada banyak wanita.
Apakah ada risiko? Komplikasi serius jarang terjadi. Risiko ringan meliputi infeksi, pendarahan, atau cedera rahim—terutama pada prosedur operasi.
Kapan sebaiknya saya menjadwalkan prosedur ini? Idealnya selama paruh pertama siklus menstruasi Anda (hari ke-5 hingga ke-12) ketika lapisan rahim tipis sehingga lebih mudah terlihat.
Cara Mempersiapkan Diri untuk Histeroskopi di Korea
- Pantau siklus menstruasi Anda dan hindari menjadwalkan hubungan seksual selama periode menstruasi.
- Beri tahu dokter Anda tentang obat-obatan atau alergi apa pun yang Anda konsumsi.
- Atur waktu istirahat setelah prosedur jika anestesi digunakan.
- Tuliskan pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan kepada dokter Anda.
- Ikuti petunjuk puasa khusus sebelum histeroskopi operatif.



