Myomectomy in Gangnam
Apa itu miomektomi?
Miomektomi adalah operasi untuk mengangkat fibroid dari rahim tanpa mengangkat rahim itu sendiri. Operasi ini direkomendasikan untuk wanita yang:
- Mengalami fibroid simtomatik (nyeri, pendarahan hebat, tekanan)
- Ingin mempertahankan kesuburan atau menghindari histerektomi
- Mengalami keguguran berulang atau infertilitas akibat fibroid.
- Memiliki fibroid yang tidak merespons pengobatan.
Berbeda dengan histerektomi, miomektomi membiarkan rahim tetap utuh dan dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung pada ukuran, jumlah, dan lokasi fibroid.
Types of Myomectomy Offered in Korea
Klinik dan rumah sakit di Korea menawarkan berbagai pendekatan bedah yang sesuai dengan kebutuhan individu:
1. Laparoscopic Myomectomy
- Dilakukan melalui sayatan kecil di perut.
- Cocok untuk fibroid berukuran kecil hingga sedang.
- Prosedur minimal invasif, dengan pemulihan lebih cepat dan bekas luka lebih sedikit.
- Membutuhkan anestesi umum.
2. Miomektomi dengan Bantuan Robot (Sistem Da Vinci)
- Menawarkan presisi dan trauma jaringan minimal.
- Ideal untuk fibroid di area yang sulit dijangkau.
- Opsi lanjutan tersedia di rumah sakit-rumah sakit besar di Seoul.
3. Miomektomi Abdominal (Laparotomi)
- Pembedahan terbuka untuk fibroid yang besar atau banyak jumlahnya.
- Melibatkan sayatan yang lebih besar dan waktu pemulihan yang lebih lama.
- Dianjurkan untuk kasus yang kompleks atau parah.
4. Miomektomi Histeroskopi
- Digunakan untuk mengobati fibroid di dalam rongga rahim.
- No abdominal incisions—performed through the vagina and cervix
- Prosedur rawat jalan dengan waktu pemulihan minimal.
Apa yang Dapat Diharapkan Sebelum dan Setelah Miomektomi
Sebelum Operasi:
- Ultrasonografi atau MRI untuk memetakan lokasi fibroid.
- Tes darah dan evaluasi fisik
- Kemungkinan perawatan pendahuluan dengan terapi hormonal untuk mengecilkan fibroid.
- Petunjuk puasa sebelum operasi
After Surgery:
- Hospital stay: 1–2 days for laparoscopic, 3–5 days for open surgery
- Kembali beraktivitas seperti biasa: 1–2 minggu (laparoskopi), 4–6 minggu (operasi terbuka)
- Hindari mengangkat beban berat, hubungan seksual, dan aktivitas berat selama masa pemulihan.
- Follow-up visits and imaging to monitor healing
Klinik-klinik Korea menyediakan perawatan pascaoperasi yang terperinci, termasuk manajemen nyeri dan terapi pengurangan bekas luka jika diminta.
Biaya Miomektomi di Korea
Harga bervariasi tergantung pada metode pembedahan, rumah sakit, dan apakah Anda pasien lokal atau internasional. Berikut rincian umumnya (₩ = KRW):
- Konsultasi awal pemeriksaan pencitraan: ₩100.000–₩300.000
- Miomektomi laparoskopi: ₩3.000.000–₩6.000.000
- Robotic myomectomy: ₩5,000,000–₩10,000,000
- Mioektomi terbuka (laparotomi): ₩4.000.000–₩7.000.000
- Miomektomi histeroskopik: ₩1.500.000–₩3.000.000
- Biaya rawat inap di rumah sakit (per malam): ₩200.000–₩500.000
Korean National Health Insurance may cover part of the cost for residents. International patients can inquire about comprehensive packages with interpretation, airport pickup, and accommodation support.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) Seputar Miomektomi
Apakah miomektomi terasa sakit? Rasa sakit biasanya dapat diatasi dengan obat-obatan. Teknik invasif minimal sangat mengurangi ketidaknyamanan pascaoperasi.
Bisakah fibroid kambuh setelah operasi? Ya, miomektomi menghilangkan fibroid yang sudah ada tetapi tidak mencegah munculnya fibroid baru. Kekambuhan lebih mungkin terjadi pada wanita yang lebih muda atau mereka yang memiliki banyak fibroid.
Bisakah saya hamil setelah miomektomi? Ya. Miomektomi seringkali meningkatkan kesuburan, terutama jika fibroid mendistorsi rahim. Dokter mungkin menyarankan untuk menunggu 3–6 bulan sebelum mencoba untuk hamil.
Apakah miomektomi lebih baik daripada histerektomi? Itu tergantung pada tujuan Anda. Jika Anda ingin mempertahankan rahim atau memiliki anak, miomektomi lebih disukai. Histerektomi adalah solusi permanen tanpa risiko kekambuhan.
Cara Mempersiapkan Diri untuk Miomektomi di Korea
- Pantau gejala dan siklus menstruasi Anda.
- Bawalah catatan USG atau MRI sebelumnya.
- Ask about fertility plans and future pregnancy timing
- Hindari makanan dan minuman sebelum operasi sesuai anjuran.
- Atur bantuan di rumah selama hari-hari pemulihan awal Anda.



